salahin presiden. Ada isu negatif beredar seakan-akan "negara ini udah hancur !" "karena presidennya planga plongo dasar jongos !". Khalayak negeri ini sangat suka dengan berita negatif sehingga tidak pernah suka mencari sebuah sisi positif dari permasalahan atau sebuah kejadian.
yang paling hangat (karena baru dicetak) adalah uang baru. saya pribadi bahagia karena ada orang manado yang tercetak di uang. akhirnya kampung saya terkenal. tetapi di sisi lain banyak orang yang tidak bisa melihat hal ini secara netral. dia terus menggali apa saja kekurangan, kesesatan dan kebobrokan dari kebijakan ini. pokoknya harus salah dan ini pasti konspirasi.
marilah kawan, ketimbang mengisi hati dan pikiran dengan hal yang memperburuk penyakit hati.. kita telolet saja lah.
Tuesday, December 20, 2016
Monday, December 19, 2016
merasa
hebat dengan diri sendiri karena masih bisa hidup dengan asupan yang seperti ini.
banyak ketidakpastian yang dipaksa menjadi pasti-pasti-pasti, meski pada akhirnya harus mengubah yang sudah rencanakan karena satu-dua-tiga hal mendesak secara internal.
mumpung masih 25 kita coba segala cara tuk dapatkan semua mimpi dan kesejahteraan yang mumpuni lahir dan bathin. kaya raya nan bahagia.
banyak ketidakpastian yang dipaksa menjadi pasti-pasti-pasti, meski pada akhirnya harus mengubah yang sudah rencanakan karena satu-dua-tiga hal mendesak secara internal.
mumpung masih 25 kita coba segala cara tuk dapatkan semua mimpi dan kesejahteraan yang mumpuni lahir dan bathin. kaya raya nan bahagia.
Saturday, November 26, 2016
Baru Saja Tiba
di atas tempat tidur selepas proses singkat tuk GRAND konser Paduan Suara Mahasiswa UGM yang termahsyur. Ikut membantu bersama Hanip seminggu ini membuat kerusuhan secara lahir dan bathin demi mencapai GRAND walau apa daya seminggu itu waktu yang tak cukup tuk membangun GRAND itu.
Sebal rasanya karena PSM UGM cukup apik secara produksi swara tetapi tidak didukung dengan hal teknis yang mumpuni sehingga bergantung pada orang lain yang hanya dipanggil ketika SEKETIKA akan konser.
Dalam hati tetap ada rasa bahagia karena bisa bantu-bantu konser yang uapik-banget ini, namun dalam lubuknya yang terdalam tetap sedih karena kok ya di umur Paduan Suara yang cukup tua ini masih bingung caranya bikin konser, toh setiap tahun kan ada kewajiban bikin.
***
Mungkin konser ini yang terakhir jika ada tawaran dari PSM mengenai konser GRAND ini. Tak rela aku membiarkan mereka tak belajar lebih jauh tentang dunia mereka sendiri.
Sebal rasanya karena PSM UGM cukup apik secara produksi swara tetapi tidak didukung dengan hal teknis yang mumpuni sehingga bergantung pada orang lain yang hanya dipanggil ketika SEKETIKA akan konser.
Dalam hati tetap ada rasa bahagia karena bisa bantu-bantu konser yang uapik-banget ini, namun dalam lubuknya yang terdalam tetap sedih karena kok ya di umur Paduan Suara yang cukup tua ini masih bingung caranya bikin konser, toh setiap tahun kan ada kewajiban bikin.
***
Mungkin konser ini yang terakhir jika ada tawaran dari PSM mengenai konser GRAND ini. Tak rela aku membiarkan mereka tak belajar lebih jauh tentang dunia mereka sendiri.
Friday, November 11, 2016
Budi
berpulang dini hari tadi. Orang yang selalu ada di samping saya ketika SMA, karena kita sama-sama Tenor di Paduan Suara. Tenor waktu itu sangat langka (saya aja sebenernya ga jelas suaranya) sehingga sempat hanya ada sepasang Tenor, saya dan Budi di beberapa lomba, salah satunya lomba paduan suara D'Best.
Talitha teman baik saya menyampaikan berita duka itu beberapa jam sebelum saya terbangun. Berita yang mengagetkan mengingat Budi masih muda dan harus meninggalkan kita semua.
Kenangan dengan Budi sejujurnya hanya sebatas lomba demi lomba Paduan Suara. Kenangan terbanyak dimiliki oleh Talitha yang sangat dekat dengan Budi. Kedekatannya muncul karena seringnya interaksi mereka di tim paduan suara. Budi yang sempat tidak memiliki ponsel, sempat harus ke Warnet setiap hari untuk berkomunikasi dengan Talitha (waktu itu warnetnya lagi promo, 1 jam seribu rupiah !). Cerita yang unik bagi hubungan mereka.
Talitha pun kerap menggambar (karena doi jago gambarnya, dulu sering saya utangin buat gambar sepatu buat kado, heuheuheu) Budi di kertas-kertas, mungkin sebagai ekspresi sayangnya kepada Budi ketika itu.
Waktu berjalan, Talitha harus kuliah di ITB dan 2 tahun kemudian Budi masuk komunikasi UI. Ada masa-masa Talitha jatuh hati kepada yang lain dan (tidak kaget sih) berakhir kepada Budi kembali. dari beberapa tahun bersama saya tidak banyak tahu kabar hubungan mereka hingga terakhir yang saya tahu Talitha dan Budi sempat pergi ke kondangan bersama.
Dini hari tadi, Budi pergi. Saya yang sempat berjuang bersama Budi saat SMA tentunya memiliki potongan memori yang terus ada di dalam kepala dan hati saya. Semoga Tuhan menerimanya dan Surga terbuka pintunya karena di sana sedang butuh Tenor yang tangguh (meski rada fals, hehe).
Kuat dan sehat selalu Talitha, Viva Grazia Vocalista,
Talitha teman baik saya menyampaikan berita duka itu beberapa jam sebelum saya terbangun. Berita yang mengagetkan mengingat Budi masih muda dan harus meninggalkan kita semua.
Kenangan dengan Budi sejujurnya hanya sebatas lomba demi lomba Paduan Suara. Kenangan terbanyak dimiliki oleh Talitha yang sangat dekat dengan Budi. Kedekatannya muncul karena seringnya interaksi mereka di tim paduan suara. Budi yang sempat tidak memiliki ponsel, sempat harus ke Warnet setiap hari untuk berkomunikasi dengan Talitha (waktu itu warnetnya lagi promo, 1 jam seribu rupiah !). Cerita yang unik bagi hubungan mereka.
Talitha pun kerap menggambar (karena doi jago gambarnya, dulu sering saya utangin buat gambar sepatu buat kado, heuheuheu) Budi di kertas-kertas, mungkin sebagai ekspresi sayangnya kepada Budi ketika itu.
Waktu berjalan, Talitha harus kuliah di ITB dan 2 tahun kemudian Budi masuk komunikasi UI. Ada masa-masa Talitha jatuh hati kepada yang lain dan (tidak kaget sih) berakhir kepada Budi kembali. dari beberapa tahun bersama saya tidak banyak tahu kabar hubungan mereka hingga terakhir yang saya tahu Talitha dan Budi sempat pergi ke kondangan bersama.
Dini hari tadi, Budi pergi. Saya yang sempat berjuang bersama Budi saat SMA tentunya memiliki potongan memori yang terus ada di dalam kepala dan hati saya. Semoga Tuhan menerimanya dan Surga terbuka pintunya karena di sana sedang butuh Tenor yang tangguh (meski rada fals, hehe).
Kuat dan sehat selalu Talitha, Viva Grazia Vocalista,
Tuesday, October 25, 2016
tak ada aktivitas
yang berarti dan menghasilkan pundi-pundi kehidupan.
oh.. belum. Belum ada untuk saat ini.
Ketika tak ada lagi kiriman dari investor pusat.
kini hidupku sedang di ujung tanduk di Jogja.
Tanpa pekerjaan yang pasti dan penghasilan yang berarti.
Sebenarnya ini hidup yang ideal, bisa ketemu orang banyak dan dolan-dolan agar sehat dan berkeringat. Tapi kurang baik untuk sebuah usaha mengejar kekayaan demi bertahan hidup hingga akhir tahun.
Tapi setiap harinya ku selalu membuang jauh keraguan mengenai Tuhan sang pencipta dan pemberi rizki. kuyakin Ia akan memberinya. Pasti.
oh.. belum. Belum ada untuk saat ini.
Ketika tak ada lagi kiriman dari investor pusat.
kini hidupku sedang di ujung tanduk di Jogja.
Tanpa pekerjaan yang pasti dan penghasilan yang berarti.
Sebenarnya ini hidup yang ideal, bisa ketemu orang banyak dan dolan-dolan agar sehat dan berkeringat. Tapi kurang baik untuk sebuah usaha mengejar kekayaan demi bertahan hidup hingga akhir tahun.
Tapi setiap harinya ku selalu membuang jauh keraguan mengenai Tuhan sang pencipta dan pemberi rizki. kuyakin Ia akan memberinya. Pasti.
Friday, October 7, 2016
Orang Indonesia
asli itu rancu dan... apaan sih.
Coba tes DNA dan mungkin bisa di explore, kita itu punya kesamaan dengan daerah mana aja.
Saya lahir dari rahim Manado dan diberi banyak rejeki oleh orang Batak.
dari wikipedia orang Manado yang mana adalah suku Minahasa mungkin berasal dari orang-orang di dinasti Ming, China.
Dari sumber lain orang-orang Manado sendiri asalnya dari Mongolia yang akhirnya kawin sana-sini dengan orang Portugis juga Jepang (dan mungkin warga lokal juga) yang menghasilkan muke-muke begini ini *ngaca*
Batak sendiri versinya paling banyak, dari katanya mungkin dari Vietnam, Burma, Thailand, Mongol hingga India (paling gencar sih katanya Israel juga, gosipnya Batak itu suku Yahudi yang hilang, cool). Mau gimana pun semuanya berasal dari daerah lain di luar negara ini.
sitou timou tumou tou
kata Sam Ratulangi, jadi manusia itu kudu memanusiaken orang lain.
Sebuah nasehat yang mengingatkan... bahwa..
kita ini satu spesies guys.
lahirnya sama-sama ga bisa milih.
Coba tes DNA dan mungkin bisa di explore, kita itu punya kesamaan dengan daerah mana aja.
Saya lahir dari rahim Manado dan diberi banyak rejeki oleh orang Batak.
dari wikipedia orang Manado yang mana adalah suku Minahasa mungkin berasal dari orang-orang di dinasti Ming, China.
Dari sumber lain orang-orang Manado sendiri asalnya dari Mongolia yang akhirnya kawin sana-sini dengan orang Portugis juga Jepang (dan mungkin warga lokal juga) yang menghasilkan muke-muke begini ini *ngaca*
Batak sendiri versinya paling banyak, dari katanya mungkin dari Vietnam, Burma, Thailand, Mongol hingga India (paling gencar sih katanya Israel juga, gosipnya Batak itu suku Yahudi yang hilang, cool). Mau gimana pun semuanya berasal dari daerah lain di luar negara ini.
sitou timou tumou tou
kata Sam Ratulangi, jadi manusia itu kudu memanusiaken orang lain.
Sebuah nasehat yang mengingatkan... bahwa..
kita ini satu spesies guys.
lahirnya sama-sama ga bisa milih.
Tuesday, October 4, 2016
Memulai
mencoba makan yang bener lagi dengan olahraga yang cukup layaknya anak-anak pertemanan sehat.
setelah lama ndak icip buah dan sayur secara teratur karena terlalu banyak minum buah sachet yang iklannya Joshua plus plus dari asupan dalam plastik atau kardus lainnya membuat tubuh ini semakin kekar.
setelah lama ndak icip buah dan sayur secara teratur karena terlalu banyak minum buah sachet yang iklannya Joshua plus plus dari asupan dalam plastik atau kardus lainnya membuat tubuh ini semakin kekar.
Monday, October 3, 2016
Keinginan
nulis tentang PON kemaren cukup membara sehangat bara angkringan di depan Parsley yang akhirnya memberikan cerita lain tentang parkiran di jalan Kaliurang.
Kira-kira dua bulan terakhir, bangunan yang dulunya Toko Maju yang termashyur sedang dirombak dan dibangun sebuah dari-kelihatannya-sih-coffeeshop yang membuat banyak orang di dalamnya.
prediksi bapak-bakul angkringan mungkin sang-coffeeshop akan padu dengan yang punya toko kacamata di sebelahnya mengenai aturan parkiran. Konon doi emang sensitip masalah beginian (dan pernah tubir sekali).
Sambil mendengarkan gosip-gosip harian di angkringan disambi menatap mobil bejejer antara Gang Pamungkas hingga Indomaret sambil nebak-nebak pelanggan toko yang manakah mobil-mobil ini.
Karena toko didepannya udah tutup semua.
Kemudian cerita terus mengalir dari mulut-bapak-bakul-angkringan
"urusan karo wong luksuri ki angel"
yang kemudian menjawab penghuni-penghuni mobil yang menutupi tempat usaha orang lain. Hal kampungan ( ya maap-maap sih, tapi emang gitu) yang kerap dilakukan oleh pembawa mobil.
"nek ra iso parkir ya ojo gowo mobil"
cetus salah satu panelis pemerhati parkiran Karangwuni.
Dengan daerah yang cukup maju pertumbuhan penduduk migrannya, Jalan Kaliurang kisaran MM hingga Kentungan menjadi tempat favorit mendirikan usaha. Setelah di awal tahun dua ribu belasan berdiri Hoka-Hoka Bento, kemudian Parsley memperbesar kapasitas dan konsep tempat jualan rotinya hingga muncul Cafe Wifi Luxury dan akhirnya ada Tempo Gelato, yang diklaim sebagai makanan pokok para sista.
Dari tempat-tempat bisnis di atas hanya sedikit yang peduli dengan parkir dan cara parkir. Kurang bertanggung jawab sebagai pengusaha dan yang dirugikan tempat usaha lain yang halaman depannya atau tempat parkirnya dipakai sehingga pelanggan aslinya tidak bisa berparkir.
Tetapi yang lebih dirugikan sebenarnya adalah pengguna jalan baik yang bermotor atau jalan kaki.
Kendaraan bermotor sering mengalami macet karena kejadian putar balik atau pengendara lemot yang-padahal-udah-dikasih-jalan-tapi-tetep-ora-maju sehingga terjadi kemacetan yang menyebalkan dan menambah dosa-dosa masyarakat Sleman
yang ter-rugikan paling-paling adalah pejalan kaki. Karena harus berbagi dengan badan-badan kendaraan yang melintang. Sulit jalan-jalan sama istri atau teman dorong kereta bayi di sore hari di Jalan Kaliurang. Karena.. ya ga ada jalannya.
Kasian orang Buta yang tinggal di daerah situ, taruhannya nyawa.
Atau emang orang Cacat dan Manula ga boleh tinggal di Karangwuni ?
tega emang.
eh tapi kalo parkir boleh deng.
Kursi rodanya atau kereta bayinya yang di parkir.
asal bayar duarebu.
Kira-kira dua bulan terakhir, bangunan yang dulunya Toko Maju yang termashyur sedang dirombak dan dibangun sebuah dari-kelihatannya-sih-coffeeshop yang membuat banyak orang di dalamnya.
prediksi bapak-bakul angkringan mungkin sang-coffeeshop akan padu dengan yang punya toko kacamata di sebelahnya mengenai aturan parkiran. Konon doi emang sensitip masalah beginian (dan pernah tubir sekali).
Sambil mendengarkan gosip-gosip harian di angkringan disambi menatap mobil bejejer antara Gang Pamungkas hingga Indomaret sambil nebak-nebak pelanggan toko yang manakah mobil-mobil ini.
Karena toko didepannya udah tutup semua.
Kemudian cerita terus mengalir dari mulut-bapak-bakul-angkringan
"urusan karo wong luksuri ki angel"
yang kemudian menjawab penghuni-penghuni mobil yang menutupi tempat usaha orang lain. Hal kampungan ( ya maap-maap sih, tapi emang gitu) yang kerap dilakukan oleh pembawa mobil.
"nek ra iso parkir ya ojo gowo mobil"
cetus salah satu panelis pemerhati parkiran Karangwuni.
Dengan daerah yang cukup maju pertumbuhan penduduk migrannya, Jalan Kaliurang kisaran MM hingga Kentungan menjadi tempat favorit mendirikan usaha. Setelah di awal tahun dua ribu belasan berdiri Hoka-Hoka Bento, kemudian Parsley memperbesar kapasitas dan konsep tempat jualan rotinya hingga muncul Cafe Wifi Luxury dan akhirnya ada Tempo Gelato, yang diklaim sebagai makanan pokok para sista.
Dari tempat-tempat bisnis di atas hanya sedikit yang peduli dengan parkir dan cara parkir. Kurang bertanggung jawab sebagai pengusaha dan yang dirugikan tempat usaha lain yang halaman depannya atau tempat parkirnya dipakai sehingga pelanggan aslinya tidak bisa berparkir.
Tetapi yang lebih dirugikan sebenarnya adalah pengguna jalan baik yang bermotor atau jalan kaki.
Kendaraan bermotor sering mengalami macet karena kejadian putar balik atau pengendara lemot yang-padahal-udah-dikasih-jalan-tapi-tetep-ora-maju sehingga terjadi kemacetan yang menyebalkan dan menambah dosa-dosa masyarakat Sleman
yang ter-rugikan paling-paling adalah pejalan kaki. Karena harus berbagi dengan badan-badan kendaraan yang melintang. Sulit jalan-jalan sama istri atau teman dorong kereta bayi di sore hari di Jalan Kaliurang. Karena.. ya ga ada jalannya.
Kasian orang Buta yang tinggal di daerah situ, taruhannya nyawa.
Atau emang orang Cacat dan Manula ga boleh tinggal di Karangwuni ?
tega emang.
eh tapi kalo parkir boleh deng.
Kursi rodanya atau kereta bayinya yang di parkir.
asal bayar duarebu.
Wednesday, August 17, 2016
Emas lagi !
setelah absen emas di London kini Bulutangkis kembali melanjutkan tradisi emas di Olimpiade lewat kategori campuran oleh Tontowi dan Lilyana.
Dengan raihan ini, mereka berhak atas uang 5 Milyat seorang.
Bonus yang fenomenal untuk seorang atlet yang tinggal di negara yang mana atletnya tidak pernah diurus.
Bonus ini menurut saya sebuah kedunguan yang agak mendalam.
mengingat banyak cabang lain yang punya potensi namun terkendala biaya dan manajemen ( yang juga butuh biaya )
US dan Russia saja bonus untuk medali emas itu "cukup beberapa puluh ribu dolar saja"
mengapa ?
Karena uang pemberian pemerintah sudah mereka nikmati sehari-hari.
dari alat, makan, fasilitas hingga uang jajan anak dan tabungan di masa tua.
Rasa aman di aspek perekonomian ini membuat atlet fokus berlatih dan bekerja untuk menekuni cabang olahraganya dan berujung pada prestasi yang gemilang.
Jadi ga ada tuh ceritanya atlet yang kalo pagi jualan risol, siang sampe sore latihan, malemnya jaga warnet.
Dengan prestasi yang baik maka enak untuk manajernya untuk ngejual atlet.
Bisa jadi duta / ambassador brand olahraga, kesehatan sampe fashion. Asal kalau atlet udah pernah juara asia atau dunia ya jangan dibanting jadi bintang iklan sosis siap makan juga sih. Ngejatohin nilai mereka aja. Nike / Adidas / Puma mau ngemail proposal akhirnya cuman di draft aja.
Peluang lainnya adalah sekolah kursus olahraga.
misalnya pelatih renang indah jogja, Anna Nasekina juara dunia dan peraih emas Olimpiade dia kini punya sekolah renang indah di kampungnya Russia, mengandalkan ketenaran dan skill dia sebagai atlet yang tarafnya dunia.
Hal itu udah ditiru di Indonesia dengan SSB (sekolah sepak bola) yang biasanya ada nama pemain bola di belakangnya, kayak SSB Alexander Xaununu, atau SSB lain yang pelatihnya itu pemain top Liga Indonesia di masa lampau.
Uang 5 milyar itu gede banget.
Sebenernya Kemenpora beruntung cuman satu cabang aja yang dapet emas.
Bayangin ternyata ga disangka ada 7 cabang yang dapet emas. Keluar duit 35 Miliar.
Itu udah bisa biayain kejurnas 35 kali.
Andai bonus emas itu kasih aja 1 Milyar.
4 Milyarnya di investasikan ke cabang lain untuk dukung mereka kualifikasi Olimpiade.
Ada banyak cabang punya peluang di Indonesia, sayangnya keseharian mereka tidak didukung sehingga terhambat untuk ikut kejuaraan bergengsi.
Saya pernah nulis entah di blog sebelah atau di twitter kalo, di Indonesia olahraga dan musik itu masih berupa selingan dan hobi. Sebuah sikap baik untuk menjawab ketakutan orang tua : daripada mereka nongkrong ga jelas dan kena narkoba mending ikutan ginan.
tak disangka juara-juara-juara ketika kuliah semuanya berubah.
dan Indonesia untuk kesekian kalinya kehilangan calon emas olimpiadenya karena :
ah jadi atlet ga pasti hidupnya.
di CNN Susi Susanti bahkan bilang bahwa dia ga mau anaknya juga main bulutangkis.
"saya yang emas aja ga pasti hidupnya, apa lagi yang lain"
seakan-akan kalau mau jadi atlet di Indonesia harus bawa emas Olimpiade dari rahim biar bisa sejahtera dengan 5 Milyar.
Dengan raihan ini, mereka berhak atas uang 5 Milyat seorang.
Bonus yang fenomenal untuk seorang atlet yang tinggal di negara yang mana atletnya tidak pernah diurus.
Bonus ini menurut saya sebuah kedunguan yang agak mendalam.
mengingat banyak cabang lain yang punya potensi namun terkendala biaya dan manajemen ( yang juga butuh biaya )
US dan Russia saja bonus untuk medali emas itu "cukup beberapa puluh ribu dolar saja"
mengapa ?
Karena uang pemberian pemerintah sudah mereka nikmati sehari-hari.
dari alat, makan, fasilitas hingga uang jajan anak dan tabungan di masa tua.
Rasa aman di aspek perekonomian ini membuat atlet fokus berlatih dan bekerja untuk menekuni cabang olahraganya dan berujung pada prestasi yang gemilang.
Jadi ga ada tuh ceritanya atlet yang kalo pagi jualan risol, siang sampe sore latihan, malemnya jaga warnet.
Dengan prestasi yang baik maka enak untuk manajernya untuk ngejual atlet.
Bisa jadi duta / ambassador brand olahraga, kesehatan sampe fashion. Asal kalau atlet udah pernah juara asia atau dunia ya jangan dibanting jadi bintang iklan sosis siap makan juga sih. Ngejatohin nilai mereka aja. Nike / Adidas / Puma mau ngemail proposal akhirnya cuman di draft aja.
Peluang lainnya adalah sekolah kursus olahraga.
misalnya pelatih renang indah jogja, Anna Nasekina juara dunia dan peraih emas Olimpiade dia kini punya sekolah renang indah di kampungnya Russia, mengandalkan ketenaran dan skill dia sebagai atlet yang tarafnya dunia.
Hal itu udah ditiru di Indonesia dengan SSB (sekolah sepak bola) yang biasanya ada nama pemain bola di belakangnya, kayak SSB Alexander Xaununu, atau SSB lain yang pelatihnya itu pemain top Liga Indonesia di masa lampau.
Uang 5 milyar itu gede banget.
Sebenernya Kemenpora beruntung cuman satu cabang aja yang dapet emas.
Bayangin ternyata ga disangka ada 7 cabang yang dapet emas. Keluar duit 35 Miliar.
Itu udah bisa biayain kejurnas 35 kali.
Andai bonus emas itu kasih aja 1 Milyar.
4 Milyarnya di investasikan ke cabang lain untuk dukung mereka kualifikasi Olimpiade.
Ada banyak cabang punya peluang di Indonesia, sayangnya keseharian mereka tidak didukung sehingga terhambat untuk ikut kejuaraan bergengsi.
Saya pernah nulis entah di blog sebelah atau di twitter kalo, di Indonesia olahraga dan musik itu masih berupa selingan dan hobi. Sebuah sikap baik untuk menjawab ketakutan orang tua : daripada mereka nongkrong ga jelas dan kena narkoba mending ikutan ginan.
tak disangka juara-juara-juara ketika kuliah semuanya berubah.
dan Indonesia untuk kesekian kalinya kehilangan calon emas olimpiadenya karena :
ah jadi atlet ga pasti hidupnya.
di CNN Susi Susanti bahkan bilang bahwa dia ga mau anaknya juga main bulutangkis.
"saya yang emas aja ga pasti hidupnya, apa lagi yang lain"
seakan-akan kalau mau jadi atlet di Indonesia harus bawa emas Olimpiade dari rahim biar bisa sejahtera dengan 5 Milyar.
Saturday, July 2, 2016
05.05
Pagi ini Buffon terisak pedih karena Italia tersingkir di Euro 2016.
Terkadang terdengar bicaraan mengenai "gitu doang nangis" atau "yaudah lupain" entah dengan dalil menghibur atau memang mengejek air mata yang jatuh dari kelopak seorang laki-laki.
Kesedihan ketika kalah gw alami ketika gw mulai menjadikan olahraga sebagai penghidupan bathin. mencari teman, kemudian mencari prestasi dan semangat hidup. gw berkali-kali kalah dan selalu merasakan sedih yang sama. Mungkin di lapangan gw memang ga terlihat sedih bahkan kadang ketawa-ketawa aja. Begitu tiba di rumah, semua itu sembari mandi atau makan, dan kuliah, timbul banyak penyesalan-penyesalan yang mendalam, seperti
"kenapa gw tadi begini, kenapa ga begini"
"andai gw begini mungkin ga kalah"
dan seterusnya..
pedihnya kalah itu bisa berminggu-minggu.
bengong dikit keinget, denger lagu apa eh keinget.
sampe akhirnya bisa berjuang untuk menghilangkan sedih dan mulai latihan lagi.
Kekalahan sebelumnya bukan lagi menjadi motivasi.
kekalahan itu sudah menjadi luka dan untuk itu harus segera diobati dengan cara menjadi lebih baik dari periode sebelumnya.
Buffon bahkan ga sempet lama-lama di lapangan.
Dia penuh sesal karena tak mampu menahan tendangan penalti.
setiap pemain akan merenungkan apa-apa yang tadi mereka perbuat dan kesalan-kesalahan.
tak ada waktu untuk menyalahkan orang lain.
dari situ mereka akan belajar caranya untuk bangkit.
learn how to get up, how to fix it.
tanpa henti.
Terkadang terdengar bicaraan mengenai "gitu doang nangis" atau "yaudah lupain" entah dengan dalil menghibur atau memang mengejek air mata yang jatuh dari kelopak seorang laki-laki.
Kesedihan ketika kalah gw alami ketika gw mulai menjadikan olahraga sebagai penghidupan bathin. mencari teman, kemudian mencari prestasi dan semangat hidup. gw berkali-kali kalah dan selalu merasakan sedih yang sama. Mungkin di lapangan gw memang ga terlihat sedih bahkan kadang ketawa-ketawa aja. Begitu tiba di rumah, semua itu sembari mandi atau makan, dan kuliah, timbul banyak penyesalan-penyesalan yang mendalam, seperti
"kenapa gw tadi begini, kenapa ga begini"
"andai gw begini mungkin ga kalah"
dan seterusnya..
pedihnya kalah itu bisa berminggu-minggu.
bengong dikit keinget, denger lagu apa eh keinget.
sampe akhirnya bisa berjuang untuk menghilangkan sedih dan mulai latihan lagi.
Kekalahan sebelumnya bukan lagi menjadi motivasi.
kekalahan itu sudah menjadi luka dan untuk itu harus segera diobati dengan cara menjadi lebih baik dari periode sebelumnya.
Buffon bahkan ga sempet lama-lama di lapangan.
Dia penuh sesal karena tak mampu menahan tendangan penalti.
setiap pemain akan merenungkan apa-apa yang tadi mereka perbuat dan kesalan-kesalahan.
tak ada waktu untuk menyalahkan orang lain.
dari situ mereka akan belajar caranya untuk bangkit.
learn how to get up, how to fix it.
tanpa henti.
Thursday, June 30, 2016
Awal
nya mau buat blog tuk perenungan sebelum tidur.
tetapi merenung-renung sebelum tidur malah bikin susah tidur.
karena ketika kelopak mata menutup, menyala lampu-lampu khayal dan gusar.
mereka memproyeksikan masa lalu dan masa esok.
terkadang bentuknya berupa optimisme.
namun tak jarang malah khawatir dan mengganggu proses peniduran.
terkadang hingga keluar keringat.
melihat di timeline facebook ternyata banyak teman yang sepertinya tetap waras karena menulis di media daring maka mungkin saya bisa melakukan terapi ini lagi setelah lama hanya menulis diingatan, sambil menyusuri jalan kaliurang ditemani lampu-lampu malam UGM dan asap tumisan Tora-Tora. hatchim!
tetapi merenung-renung sebelum tidur malah bikin susah tidur.
karena ketika kelopak mata menutup, menyala lampu-lampu khayal dan gusar.
mereka memproyeksikan masa lalu dan masa esok.
terkadang bentuknya berupa optimisme.
namun tak jarang malah khawatir dan mengganggu proses peniduran.
terkadang hingga keluar keringat.
melihat di timeline facebook ternyata banyak teman yang sepertinya tetap waras karena menulis di media daring maka mungkin saya bisa melakukan terapi ini lagi setelah lama hanya menulis diingatan, sambil menyusuri jalan kaliurang ditemani lampu-lampu malam UGM dan asap tumisan Tora-Tora. hatchim!
Tuesday, April 5, 2016
Anggia Kharisma
terbesit di ingatan.
percikan masa lampau yang muncul pasca mengingat satu lagu yang pernah ia nyanyikan dahulu kala.Info terkininya Anggia Kharisma itu istri Angga Sasongko (yakan ya ?), mereka pasangan yang nggarap filosofi kopi dan surat dari praha. Betapa mereka.
Radio yang menaungi Anggia Kharisma dahulu getol membuat drama radio di masa Ramadhan.
tajuknya Balada Cinta Ramadhan, yang dua tahun berikutnya menjadi Balada Cerita Ramadhan.
Dalam Balada Cinta Ramadhan kedua, Anggia Kharisma dan Dewe sudewe (yeakan ?) ceritanya adalah pasangan dan mereka memiliki lagu mereka sendiri, yang berjudul My Luna.
Cuma beberapa baris, tapi betapa menyenangkan lagunya
percikan masa lampau yang muncul pasca mengingat satu lagu yang pernah ia nyanyikan dahulu kala.Info terkininya Anggia Kharisma itu istri Angga Sasongko (yakan ya ?), mereka pasangan yang nggarap filosofi kopi dan surat dari praha. Betapa mereka.
Radio yang menaungi Anggia Kharisma dahulu getol membuat drama radio di masa Ramadhan.
tajuknya Balada Cinta Ramadhan, yang dua tahun berikutnya menjadi Balada Cerita Ramadhan.
Dalam Balada Cinta Ramadhan kedua, Anggia Kharisma dan Dewe sudewe (yeakan ?) ceritanya adalah pasangan dan mereka memiliki lagu mereka sendiri, yang berjudul My Luna.
Cuma beberapa baris, tapi betapa menyenangkan lagunya
Sun goes smile and the bitzy fly,
Drops on a lily in a dim blue sky
Drops on a lily in a dim blue sky
Happy hour caught up by my window snow,
Listen to my uncle’s Bowie poetry
Nothing but mellow me
With my Oddie into the dina
He’s just my little meena
Just
me and you my luna
(and thanks to kaskus's archives yang membantu memberikan lirik selanjutnya)
It’s a dim sum hour
With my boyfriend now
No hurt feelings
Just a pinky smile
Twinkling star teasing me from the sky
And oups the time is freaking me out
lagu ini terlalu bahagia, apalagi dengan suara gurih dan renyah milik Anggia Kharisma. Ada cerita lebih dari lagu ini, tapi baiknya diresapi saja lagu nikmat ini. muah.
Monday, April 4, 2016
Ngantor
lagi ceritanya. Semenjak lama tidak lama-lama brainstorm di depan laptop.
Kini mulai lagi dari pagi hingga sore mencari-mencari ditemani spotify yang asri.
Jujur pendapatannya tidak terlalu besar, tapi hal yang ditangani cukup asyik.
Hal yang baik untuk sebagai portofolio. Diharap niat baik ini berhasil baik.
tidak banyak yang bisa diceritakan malam ini.
yang ada cuma rindu yang ditahan-tahan.
Kini mulai lagi dari pagi hingga sore mencari-mencari ditemani spotify yang asri.
Jujur pendapatannya tidak terlalu besar, tapi hal yang ditangani cukup asyik.
Hal yang baik untuk sebagai portofolio. Diharap niat baik ini berhasil baik.
tidak banyak yang bisa diceritakan malam ini.
yang ada cuma rindu yang ditahan-tahan.
Monday, March 28, 2016
25
umur saya tahun ini.
time flies katanya
time flies and go forward tepatnya.
enta bahasa inggerisnya benar atau ngaco.
Toefl saya belom sentuh limaratus. syarat LPDP untuk kampus luar negeri itu 550.
Toefl like terakhir saya itu 463 saja. dan ini belum ada persiapan lagi untuk naikin Toefl.
kesempatan ke korea selatan tahun ini tertutup sudah. memang harus dipersiapkan sangat matang untuk garap semuanya. dari isi form hingga surat rekomendasi. tapi untuk memenuhi itu semua harus tunggu sampai tahun depan.
sebetulnya ada pilihan untuk : meninggalkan-semua-keinginan-keluar-negeri-mencari-elmu-dan-rejeki. yaitu dengan : ke-jakarta-kerja-di-sebuah-agensi-atau-brand-tinggal-dirumah
namun satu tahun ini kucoba untuk bisa bertahan di Jogja, walau masih bergantung orang tua dan pekerjaan kecil-kecilan yang baru saja saya dapat. Semoga bisa jadi pijakan dan alasan ulur waktu untuk tetap liburan di jogja untuk mempersiapkan kuliah lagi di jurusan impian.
masih banyak PR namun sayangnya. terutama yang sudah diulang-ulang di atas.
bahasa inggris yang belum aktif.
tahun ini semoga bisa dikejar skor gopekgoh nya.
time flies katanya
time flies and go forward tepatnya.
enta bahasa inggerisnya benar atau ngaco.
Toefl saya belom sentuh limaratus. syarat LPDP untuk kampus luar negeri itu 550.
Toefl like terakhir saya itu 463 saja. dan ini belum ada persiapan lagi untuk naikin Toefl.
kesempatan ke korea selatan tahun ini tertutup sudah. memang harus dipersiapkan sangat matang untuk garap semuanya. dari isi form hingga surat rekomendasi. tapi untuk memenuhi itu semua harus tunggu sampai tahun depan.
sebetulnya ada pilihan untuk : meninggalkan-semua-keinginan-keluar-negeri-mencari-elmu-dan-rejeki. yaitu dengan : ke-jakarta-kerja-di-sebuah-agensi-atau-brand-tinggal-dirumah
namun satu tahun ini kucoba untuk bisa bertahan di Jogja, walau masih bergantung orang tua dan pekerjaan kecil-kecilan yang baru saja saya dapat. Semoga bisa jadi pijakan dan alasan ulur waktu untuk tetap liburan di jogja untuk mempersiapkan kuliah lagi di jurusan impian.
masih banyak PR namun sayangnya. terutama yang sudah diulang-ulang di atas.
bahasa inggris yang belum aktif.
tahun ini semoga bisa dikejar skor gopekgoh nya.
Friday, March 18, 2016
Kini
saya punya KTP Jogja... yang mana ga seharusnya saya punya. Namun karena angan-angan membela daerah dengan olahraga mengharuskan saya mencabut KTP dari daerah asal. Sebenarnya ada keinginan tuk mutasi kembali.. tetapi effotnya terlalu tinggi.. habiskan banyak uang dan waktu.
minggu kemarin hari yang haru penuh bahagia. karena UGM berhasil menjuarai kejuaraan yang mereka garap sendiri. kemenangannya cukup dramatis dan cukup indah untuk dikenang. Dari semua atlet yang bermain untuk UGM tidak ada satupun orang Jogja.. atau minimal punya KTP Jogja sebagai administrasi.
maka dari itu hampir semua atlet pelatda softball Jogja menjadi warga Jogja dengan pindah KTP. Isu ini sebenarnya sempat saya tulis di blog sebelumnya, yang sarat emosi. Mungkin post ini akan lebih logis dengan sedikit tekanan emosi~
mungkin~
Proses pindah KTP itu cukup sulit.. dan sulit. tetap tak dinyana ada beberapa orang yang memutasi KTP mereka untuk membela bukan-daerah-mereka.. termasuk saya sendiri setelah-merepotkan-ibu-saya-dan-ayah-saya-harus-menghadapi-birokrasi. ada beberapa warga luar pulau Jawa yang menyatakan keberatan untuk pindah KTP.. dan tentunya saya mewajari hal tersebut. pertama, lokasi mereka jauh. kedua, proses pindah itu berat, tentu pula ketika proses mutasi kembali ke daerah asal. hal-hal tersebut pada akhirnya menggantung.. apakah mereka bisa berangkat atau tidak.. atau ingin membuat KTP buatan., dan usaha lainnya yang tidak solutif.
hari demi hari berlatih dan bulan september tiba. tepat sepuluh hari sebelum keberangkatan kami ke Jakarta. tim dibubarkan. damn.
mereka bisa melakukan ini jauh sebelum september. tapi mereka menunggu saat yang tidak tepat untuk dapat berangkat. dengan alasan, BANYAK PEMAIN DENGAN ADMINISTRASI YANG TIDAK LENGKAP.
Pra-PON itu empat tahun sekali. dan.... BANYAK PEMAIN DENGAN ADMINISTRASI TIDAK LENGKAP. fooler than a stone. at least stone do nothing so it has no fault to do.
.. tim dibubarkan di suatu minggu setelah game pagi.
tanpa meninggalkan bekas. tanpa penghargaan. tanpa apapun.
kostum Jogja yang kami impikan pun tidak pernah tercetak dan paling tidak ada hal "positif" yang kami raih setelah hampir 7 bulan berlatih.
time is priceless. kata Visa. and i admit it.
andai saja mereka menentukan itu satu bulan sebelumnya...
- saya bisa lulus lebih cepat
- saya bisa ikut kompetisi iklan di korea selatan
- saya bisa mengikuti kegiatan lain yang mana saya hilangkan karena harus "latihan-pelatda-my-ass"
yes, getting emotional now.
semua telah terjadi. dan yakinlah... yakinlah....
akan terjadi lagi. why ?
karena hal ini pernah terjadi 5 tahun lalu.
tim putri junior Jogja batal berangkat ke Kejurnas.
SATU HARI SEBELUM KEBERANGKATAN
and it will keep going, keep going, keep going...
no matter how good you athlete.. this kind of sport never become berkah for Jogja. choose other province to fight with.
***
banyak pengalaman pahit selama 25 tahun hidup di Bumi. namun enam tahun terakhir saya hidup dan bernafas di Jogja dan hal ini adalah yang terpahit.
Memang kalo berangkat yakin akan menang ? no.
and that is not the point. you can read it again from top if you have this mind in your head.
sebagai manusia saya harus memaafkan.. karena Tuhan saja memaafkan makhluknya.
tapi saya tidak akan pernah lupa.
***
this thing made my desire getting stronger to take master this year.
because i hope there will be the others me in Indonesia after i get this-master-thing.
amen.
minggu kemarin hari yang haru penuh bahagia. karena UGM berhasil menjuarai kejuaraan yang mereka garap sendiri. kemenangannya cukup dramatis dan cukup indah untuk dikenang. Dari semua atlet yang bermain untuk UGM tidak ada satupun orang Jogja.. atau minimal punya KTP Jogja sebagai administrasi.
maka dari itu hampir semua atlet pelatda softball Jogja menjadi warga Jogja dengan pindah KTP. Isu ini sebenarnya sempat saya tulis di blog sebelumnya, yang sarat emosi. Mungkin post ini akan lebih logis dengan sedikit tekanan emosi~
mungkin~
Proses pindah KTP itu cukup sulit.. dan sulit. tetap tak dinyana ada beberapa orang yang memutasi KTP mereka untuk membela bukan-daerah-mereka.. termasuk saya sendiri setelah-merepotkan-ibu-saya-dan-ayah-saya-harus-menghadapi-birokrasi. ada beberapa warga luar pulau Jawa yang menyatakan keberatan untuk pindah KTP.. dan tentunya saya mewajari hal tersebut. pertama, lokasi mereka jauh. kedua, proses pindah itu berat, tentu pula ketika proses mutasi kembali ke daerah asal. hal-hal tersebut pada akhirnya menggantung.. apakah mereka bisa berangkat atau tidak.. atau ingin membuat KTP buatan., dan usaha lainnya yang tidak solutif.
hari demi hari berlatih dan bulan september tiba. tepat sepuluh hari sebelum keberangkatan kami ke Jakarta. tim dibubarkan. damn.
mereka bisa melakukan ini jauh sebelum september. tapi mereka menunggu saat yang tidak tepat untuk dapat berangkat. dengan alasan, BANYAK PEMAIN DENGAN ADMINISTRASI YANG TIDAK LENGKAP.
Pra-PON itu empat tahun sekali. dan.... BANYAK PEMAIN DENGAN ADMINISTRASI TIDAK LENGKAP. fooler than a stone. at least stone do nothing so it has no fault to do.
.. tim dibubarkan di suatu minggu setelah game pagi.
tanpa meninggalkan bekas. tanpa penghargaan. tanpa apapun.
kostum Jogja yang kami impikan pun tidak pernah tercetak dan paling tidak ada hal "positif" yang kami raih setelah hampir 7 bulan berlatih.
time is priceless. kata Visa. and i admit it.
andai saja mereka menentukan itu satu bulan sebelumnya...
- saya bisa lulus lebih cepat
- saya bisa ikut kompetisi iklan di korea selatan
- saya bisa mengikuti kegiatan lain yang mana saya hilangkan karena harus "latihan-pelatda-my-ass"
yes, getting emotional now.
semua telah terjadi. dan yakinlah... yakinlah....
akan terjadi lagi. why ?
karena hal ini pernah terjadi 5 tahun lalu.
tim putri junior Jogja batal berangkat ke Kejurnas.
SATU HARI SEBELUM KEBERANGKATAN
and it will keep going, keep going, keep going...
no matter how good you athlete.. this kind of sport never become berkah for Jogja. choose other province to fight with.
***
banyak pengalaman pahit selama 25 tahun hidup di Bumi. namun enam tahun terakhir saya hidup dan bernafas di Jogja dan hal ini adalah yang terpahit.
Memang kalo berangkat yakin akan menang ? no.
and that is not the point. you can read it again from top if you have this mind in your head.
sebagai manusia saya harus memaafkan.. karena Tuhan saja memaafkan makhluknya.
tapi saya tidak akan pernah lupa.
***
this thing made my desire getting stronger to take master this year.
because i hope there will be the others me in Indonesia after i get this-master-thing.
amen.
Wednesday, March 2, 2016
Wara
merupakan salah satu tempat cetak, menggandakan, dan mengetik dokumen. Malam ini saya cukup heboh membongkar tas dan lemari, karena ternyata transkrip saya sirna dari tas bawaan. Sepertinya kegiatan saya tadi siang di Wara menyebabkan sang transkrip masih betah di sana.
Wara adalah tempat yang baik untuk perihal mendokumen, entah mengapa saya selalu melupakan hal-hal penting jika bertandang kesana. selalu. Dan kini transkrip saya yang cukup penting sepertinya tergeletak di sana dari siang tadi. semoga mereka masih menyimpannya.
mari bobo besok sibuk ceritanya.
Wara adalah tempat yang baik untuk perihal mendokumen, entah mengapa saya selalu melupakan hal-hal penting jika bertandang kesana. selalu. Dan kini transkrip saya yang cukup penting sepertinya tergeletak di sana dari siang tadi. semoga mereka masih menyimpannya.
mari bobo besok sibuk ceritanya.
Friday, February 12, 2016
Beredar
Cerita mas Rio yang mau ikut serta dalam F1. Menurut saya pribadi ceritanya sangat heroik, dan menggugah. Meski belum diketahui kebenarannya, namun sangat menggerakan.
Pemerintah, dalam hal ini bapak menteri dan bapak presiden menjadi sorotan sehingga silau, dan tidak tertarik untuk membahasnya dengan seksama.
Negara tidak punya uang. Saya kira ini semua orang tahu. Oh kurang lengkap.
Negara tidak punya uang untuk hal-hal seperti ini. Ikut ini ikut itu.
Itu saya alami dari tingkat SMA hingga Kuliah. Keduanya adalah milik pemerintah.
dan mereka tidak pernah memiliki uang tuk hal remeh temeh seperti eskul dan peralatannya.
F1 adalah olahraga yang paling mahal. Butuh trilyunan.
Banyak anggota F1 sendiri mundur dari olahraga ini karena tidak memiliki biaya untuk balap-balap berisik ini.
Satu yang dapat dilakukan oleh manajemen mas Rio adalah, menjual peluang ini kepada pihak swasta. Jangan pernah berharap pemerintah ingin membiayai hal yang buang-buang uang ini. Ketidakmampuan mas Rio kali ini adalah kesalahan manajemen. Ketika memang mas Rio itu hebat pasti banyak perusahaan yang mau rela membiayai. Yakinlah, kehebatan tidak akan mengkhianati. Hal ini bisa dilihat dari atlet-atlet lainnya yang sudah mengecap juara dunia maupun medali olimpiade. Untuk peluang-peluang kecil maka pihak swasta akan ragu mengeluarkan uangnya di kala krisis ini. Maka untuk solusinya butuh presentasi yang ciamik dari tim manajemen mas Rio sendiri yang meyakinkan rangorang kaya di luar sana untuk meberikan pundi-pundi dollarnya untuk mas Rio yang jago ini.
Jika besok Pak Jokowi memutuskan untuk enggan membiayai mas Rio, pastinya akan datang serangan demi serangan dari berbagai pihak yang mengecam pak presiden yang tidak mendukung atlet nasional.
satu sisi, ketika misalnya uang satu triliyun keluar dari APBN untuk mas Rio balapan, maka takkan henti serangan yang meluncur. Kan muncul infografis mengenai uang tersebut yang dapat dijadikan rumah sakit, sekolah, bahan pangan, dan seterusnya.
serba salah.
seperti yang sudah khotib katakan di atas. Mas Rio butuh tim marketing yang kuat untuk dapat menjual kemampuan yang dimiliki mas Rio agar perusahaan tersebut ingin membiayai balapan mas Rio. Tim media partner pun harus siaga, untuk menyebarkan ke-rio-an yang sedang hangat-hangat nya agar publisitas dari sponsor tetap terjaga. Hal terakhir...
kalau mau balapan, balapan aja mas. Jangan main sinetron ya.
Pemerintah, dalam hal ini bapak menteri dan bapak presiden menjadi sorotan sehingga silau, dan tidak tertarik untuk membahasnya dengan seksama.
Negara tidak punya uang. Saya kira ini semua orang tahu. Oh kurang lengkap.
Negara tidak punya uang untuk hal-hal seperti ini. Ikut ini ikut itu.
Itu saya alami dari tingkat SMA hingga Kuliah. Keduanya adalah milik pemerintah.
dan mereka tidak pernah memiliki uang tuk hal remeh temeh seperti eskul dan peralatannya.
F1 adalah olahraga yang paling mahal. Butuh trilyunan.
Banyak anggota F1 sendiri mundur dari olahraga ini karena tidak memiliki biaya untuk balap-balap berisik ini.
Satu yang dapat dilakukan oleh manajemen mas Rio adalah, menjual peluang ini kepada pihak swasta. Jangan pernah berharap pemerintah ingin membiayai hal yang buang-buang uang ini. Ketidakmampuan mas Rio kali ini adalah kesalahan manajemen. Ketika memang mas Rio itu hebat pasti banyak perusahaan yang mau rela membiayai. Yakinlah, kehebatan tidak akan mengkhianati. Hal ini bisa dilihat dari atlet-atlet lainnya yang sudah mengecap juara dunia maupun medali olimpiade. Untuk peluang-peluang kecil maka pihak swasta akan ragu mengeluarkan uangnya di kala krisis ini. Maka untuk solusinya butuh presentasi yang ciamik dari tim manajemen mas Rio sendiri yang meyakinkan rangorang kaya di luar sana untuk meberikan pundi-pundi dollarnya untuk mas Rio yang jago ini.
Jika besok Pak Jokowi memutuskan untuk enggan membiayai mas Rio, pastinya akan datang serangan demi serangan dari berbagai pihak yang mengecam pak presiden yang tidak mendukung atlet nasional.
satu sisi, ketika misalnya uang satu triliyun keluar dari APBN untuk mas Rio balapan, maka takkan henti serangan yang meluncur. Kan muncul infografis mengenai uang tersebut yang dapat dijadikan rumah sakit, sekolah, bahan pangan, dan seterusnya.
serba salah.
seperti yang sudah khotib katakan di atas. Mas Rio butuh tim marketing yang kuat untuk dapat menjual kemampuan yang dimiliki mas Rio agar perusahaan tersebut ingin membiayai balapan mas Rio. Tim media partner pun harus siaga, untuk menyebarkan ke-rio-an yang sedang hangat-hangat nya agar publisitas dari sponsor tetap terjaga. Hal terakhir...
kalau mau balapan, balapan aja mas. Jangan main sinetron ya.
Tuesday, February 2, 2016
Belum
sempat memenuhi janji pada diri sendiri. Sudah februari hari ketiga, tetapi belum juga mengambil KTP, urus beasiswa, urus kesehatan, urus kehidupan. Semacam kemunduran pasca wisudaan.
Siang tadi setelah bangun dan sarapan, saya menuju ke pusat diskon brand ternama yang sudah diadakan hingga februari. Produk-produk dengan logo contreng ini cukup menarik minat penduduk Jogja. Konon Januari lalu untuk masuk saja harus antre, begitu juga saat antre bayar. Siang tadi cukup ramai namun tidak seramai kasus tadi.
Saya kesana untuk membeli beberapa hal yang kiranya murah saat itu. Yakni, kaos kaki dan celana. Sepatu Nike sangatlah ringkih untuk kaki yang bergerigi seperti saya.
Alih untuk belanja sepatu disana, saya bergerilya di toko online (ketika ditempat diskonan tersebut, sambil menunggu hujan) untuk mencari sepatu lari yang murah-murah karena toh mungkin empat bulan lagi akan mulai sobek dan enam bulan kemudian akan beli yang baru.
(sebenarnya di part ini saya mau cerita pertemuan dengan mbak idola sejak SMA, tapi ga jadi)
kaki kaki penghancur seperti milik saya ini cukup menyulitkan. Ukuran 45,5 di Jogja sulit didapat, harus cari di Jakarta atau penjual lain yang kiranya punya stock. Sekalinya dapat, tidak akan seawet hujan hari ini.
setidaknya semangatnya masih awet, yakan ?
Siang tadi setelah bangun dan sarapan, saya menuju ke pusat diskon brand ternama yang sudah diadakan hingga februari. Produk-produk dengan logo contreng ini cukup menarik minat penduduk Jogja. Konon Januari lalu untuk masuk saja harus antre, begitu juga saat antre bayar. Siang tadi cukup ramai namun tidak seramai kasus tadi.
Saya kesana untuk membeli beberapa hal yang kiranya murah saat itu. Yakni, kaos kaki dan celana. Sepatu Nike sangatlah ringkih untuk kaki yang bergerigi seperti saya.
Alih untuk belanja sepatu disana, saya bergerilya di toko online (ketika ditempat diskonan tersebut, sambil menunggu hujan) untuk mencari sepatu lari yang murah-murah karena toh mungkin empat bulan lagi akan mulai sobek dan enam bulan kemudian akan beli yang baru.
(sebenarnya di part ini saya mau cerita pertemuan dengan mbak idola sejak SMA, tapi ga jadi)
kaki kaki penghancur seperti milik saya ini cukup menyulitkan. Ukuran 45,5 di Jogja sulit didapat, harus cari di Jakarta atau penjual lain yang kiranya punya stock. Sekalinya dapat, tidak akan seawet hujan hari ini.
setidaknya semangatnya masih awet, yakan ?
Sunday, January 31, 2016
Derby
kali ini mengecewakan, karena Milan menang mudah tiga gol tanpa balas. Kecewa namun entah mengapa ringan saja rasanya. Bagi milanisti pastinya sebuah mood booster untuk seminggu kedepan. Hari ini pergi ke kampus, sekolah, kantor atau ke burjo menggunakan jersey atau jaket berlogo AC Milan. Membahas kemenangan ini tanpa henti... hal yang sama jika Inter tadi menang.
Februari sudah menyingsing dan sepatu ukuran 45 masih sulit ditemukan di Jogja. Oh, lengkapnya sepatu ukuran 45 dengan harga kisaran tiga ratus lima puluh ribu rupiah. Ukuran besar biasanya hanya tersedia di sepatu yang harganya jutaan. Kempis dompet abang.
Bulan ini memang akan direncanakan pengadaan alat berupa sepatu, kaos kaki serta celana pendek untuk memulai latihan kembali demi kesehatan jasmani dan rohani. Semoga rejeki datang silih berganti tuk memenuhi itu semua. tentunya jangan lupa berzakat.
Berzakat selain menyumbang ke amil zakat dapat pula dilakukan sambil mengisi perut. Harga burjo dan angkringan memang tidak semurah dahulu. Kini mahalnya bisa serupa harga nasi padang. Dibenci namun tetap dicinta. Tidak ada pilihan lain. Selain untuk mengisi energi untuk beraktivitas, makan di rumah makan usaha menengah juga bagian dari bersedekah. Dengan rupiah yang kita berikan sebagai alat tukar, abang, eneng, bapak, ibu, aa dan teteh penjual dapat menghidupi keluarga mereka, bayar listrik, sekolah anak hingga liburan ke gembira loka. Mulia bukan. Maka jika sempat mari makan di tempat-tempat tersebut, agar ekonomi kita tetap kuat di MEA ini.
Februari sudah menyingsing dan sepatu ukuran 45 masih sulit ditemukan di Jogja. Oh, lengkapnya sepatu ukuran 45 dengan harga kisaran tiga ratus lima puluh ribu rupiah. Ukuran besar biasanya hanya tersedia di sepatu yang harganya jutaan. Kempis dompet abang.
Bulan ini memang akan direncanakan pengadaan alat berupa sepatu, kaos kaki serta celana pendek untuk memulai latihan kembali demi kesehatan jasmani dan rohani. Semoga rejeki datang silih berganti tuk memenuhi itu semua. tentunya jangan lupa berzakat.
Berzakat selain menyumbang ke amil zakat dapat pula dilakukan sambil mengisi perut. Harga burjo dan angkringan memang tidak semurah dahulu. Kini mahalnya bisa serupa harga nasi padang. Dibenci namun tetap dicinta. Tidak ada pilihan lain. Selain untuk mengisi energi untuk beraktivitas, makan di rumah makan usaha menengah juga bagian dari bersedekah. Dengan rupiah yang kita berikan sebagai alat tukar, abang, eneng, bapak, ibu, aa dan teteh penjual dapat menghidupi keluarga mereka, bayar listrik, sekolah anak hingga liburan ke gembira loka. Mulia bukan. Maka jika sempat mari makan di tempat-tempat tersebut, agar ekonomi kita tetap kuat di MEA ini.
Sunday, January 24, 2016
Sulit
Tidur.
seminggu terakhir dikarenakan tidak adanya keteraturan dalam istirahat kemudian hal tersebut berlanjut hingga minggu berikutnya.
Gejala ini dapat saya manfaatkan sebagai ajang nonton video di facebook dan bermain game.
ada keresahan yang amat tinggi sebenarnya, karena rejeki jika tidak dijempu di pagi hari, maka akan habis dipatok orang lain. Karena tidur yang selalu terlambat ini entah berapa milyar yang sudah diambil orang.
angka 9 lebih sering ditemui di pagi hari ketimbang angka 7 atau bahkan 8.
semoga bisa kembali seperti semua nafsu tidur ini.
seminggu terakhir dikarenakan tidak adanya keteraturan dalam istirahat kemudian hal tersebut berlanjut hingga minggu berikutnya.
Gejala ini dapat saya manfaatkan sebagai ajang nonton video di facebook dan bermain game.
ada keresahan yang amat tinggi sebenarnya, karena rejeki jika tidak dijempu di pagi hari, maka akan habis dipatok orang lain. Karena tidur yang selalu terlambat ini entah berapa milyar yang sudah diambil orang.
angka 9 lebih sering ditemui di pagi hari ketimbang angka 7 atau bahkan 8.
semoga bisa kembali seperti semua nafsu tidur ini.
Ketiduran
Beberapa hari terakhir sulit untuk mengisi blog ini karena tidur terlebih dahulu datang dari yang diharapkan.
Ada banyak peristiwa yang terjadi minggu ini, Konser Stars and Rabbit, datangnya Barasuara ke Jogja dan bubarnya salah satu band asal Jogja, TikTok!. Deretan peristiwa ini menjadi topik menarik dari obrolan gosip di cafe hingga grup whatsapp setelah berita Sungai dan Chick and Soup bergabung ke Yellow Management serta berita bom sarinah.
Tulisan ini ditulis dalam bawah pengaruh bubur gudeg ibu kota yang menawan. 6 tahun hidup di Jogja baru hari ini saya mampir kesana. Maka alinea berikutnya mungkin akan cukup absurd namun mendalam.
Media sosial dan media konvensional konon menjadi pengiring opini publik yang paling efektif di muka bumi. Pemerintah di berbagai negara menjadikan dua media ini untuk mempublikasikan berita, melakukan agenda setting dan framing dalam berbagai kasus.
Tanpa dinyana ada satu media yang keefektifitasannya.. eng. maksudnya memiliki tingkat efektivitas yang tinggi, yakni group messenger. Ada BBM, Line, Whatsapp dan Telegram sebagai messenger yang memiliki fitur group. Dalam satu group layaknya satu lingkaran forum ada beberapa orang yang menonjol dan menjadi panutan. Semua hal yang dikemukakan biasanya disetujui yang artinya mampu menggiring opini masyarakat group ke dalam satu suara.
Tetapi tidak semua group dapat diarahkan demikian. Karena group merupakan salah satu bentuk komunitas, maka semua orang di dalamnya pada dasarnya dalam satu posisi yang sama, sehingga penolakan dan penerimaan yang terlihat dengan jelas dalam satu perdebatan yang membuat notifikasi hingga ribuan.
Group dapat memberikan banyak pandangan akan satu hal ( kecuali satu grup hanya berdua saja ) sehingga memaksa pikiran terbuka dan menerima semua hal yang menjadi kemungkinan tertinggi... dan pastinya menambah kecerdasan seperti tujuan kemerdekaan kita dulu..
yah.. intinya saya hanya bersyukur masuk ke dalam group-group waras di dalam ponsel saya.
Ada banyak peristiwa yang terjadi minggu ini, Konser Stars and Rabbit, datangnya Barasuara ke Jogja dan bubarnya salah satu band asal Jogja, TikTok!. Deretan peristiwa ini menjadi topik menarik dari obrolan gosip di cafe hingga grup whatsapp setelah berita Sungai dan Chick and Soup bergabung ke Yellow Management serta berita bom sarinah.
Tulisan ini ditulis dalam bawah pengaruh bubur gudeg ibu kota yang menawan. 6 tahun hidup di Jogja baru hari ini saya mampir kesana. Maka alinea berikutnya mungkin akan cukup absurd namun mendalam.
Media sosial dan media konvensional konon menjadi pengiring opini publik yang paling efektif di muka bumi. Pemerintah di berbagai negara menjadikan dua media ini untuk mempublikasikan berita, melakukan agenda setting dan framing dalam berbagai kasus.
Tanpa dinyana ada satu media yang keefektifitasannya.. eng. maksudnya memiliki tingkat efektivitas yang tinggi, yakni group messenger. Ada BBM, Line, Whatsapp dan Telegram sebagai messenger yang memiliki fitur group. Dalam satu group layaknya satu lingkaran forum ada beberapa orang yang menonjol dan menjadi panutan. Semua hal yang dikemukakan biasanya disetujui yang artinya mampu menggiring opini masyarakat group ke dalam satu suara.
Tetapi tidak semua group dapat diarahkan demikian. Karena group merupakan salah satu bentuk komunitas, maka semua orang di dalamnya pada dasarnya dalam satu posisi yang sama, sehingga penolakan dan penerimaan yang terlihat dengan jelas dalam satu perdebatan yang membuat notifikasi hingga ribuan.
Group dapat memberikan banyak pandangan akan satu hal ( kecuali satu grup hanya berdua saja ) sehingga memaksa pikiran terbuka dan menerima semua hal yang menjadi kemungkinan tertinggi... dan pastinya menambah kecerdasan seperti tujuan kemerdekaan kita dulu..
yah.. intinya saya hanya bersyukur masuk ke dalam group-group waras di dalam ponsel saya.
Monday, January 18, 2016
Selasa Pagi
Semalaman tidak tidur memikirkan kancah musik Indonesia yang dinamis (pret). Dari ukuran panggung, jenis instrumen hingga gosip antar manusianya. Terlalu menarik karena gosip itu memang asik. Post ini ditulis diiringi Monita yang ber-singing nanananana ~ . Ya, Monita akhirnya rilis albem fisik setelah versi digitalnya dapat dinikmati di itunes dan spotify.. dan youtube :p
Maafkeun tapi memang ada yang unggah dan kami menikmati. Kalau ada rejeki saya beli fisiknya janjik.
Sudah lama tidak tidur karena obrol kesana-kesini. Uniknya kali ini hanya ngobrol tentang musik, biasanya bahan obrolan dimulai dari isu masyarakat yang berkembang,cerita horror, politik, konspirasi dan berakhir di ranah keTuhanan yang memang paling seksi.
Tuk setelah ini hanya berharap kesehatan yang menyelimuti kami-kami pegadang yang rela menjaga nafsu tidur untuk meluaskan lebar otak.
Maafkeun tapi memang ada yang unggah dan kami menikmati. Kalau ada rejeki saya beli fisiknya janjik.
Sudah lama tidak tidur karena obrol kesana-kesini. Uniknya kali ini hanya ngobrol tentang musik, biasanya bahan obrolan dimulai dari isu masyarakat yang berkembang,cerita horror, politik, konspirasi dan berakhir di ranah keTuhanan yang memang paling seksi.
Tuk setelah ini hanya berharap kesehatan yang menyelimuti kami-kami pegadang yang rela menjaga nafsu tidur untuk meluaskan lebar otak.
Friday, January 15, 2016
Jakarta kemarin
Ramai dibicarakan, karena ada kejadian teror di Sarinah yang menyebabkan korban jiwa. Layaknya pertandingan sepakbola yang tidak disiarkan di TV lokal, beberapa orang (khususnya luar Jakarta) menyaksikan "livescore"-nya via Twitter.
Kejadian yang memakan korban jiwa ini membagi masyarakat twitter menjadi beberapa bagian.
Masyarakat berita yang mana terus meretweet berita tentang teroris baik hoax maupun tidak. Kemudian masyarakat hashtag yang hadir dengan tagar #prayforjakarta #kamitidaktakut hingga #kaminaksir.
Ada pula masyarakat uniform-fetish yang mana mengomentari mas-mas polisi gagah yang beraksi mengejar pelaku teror. Satu yang cukup unik dan supportif ialah masyarakat militer yang sibuk menilik jenis senjata dan bom yang digunakan oleh pelaku serta polisi.
Ada pula masyarakat uniform-fetish yang mana mengomentari mas-mas polisi gagah yang beraksi mengejar pelaku teror. Satu yang cukup unik dan supportif ialah masyarakat militer yang sibuk menilik jenis senjata dan bom yang digunakan oleh pelaku serta polisi.
terakhir ialah..
ah entah mereka bagian masyarakat yang mana. Mereka memanfaatkan kejadian tersebut untuk melawan pemerintah dengan dalih konspirasi, pengalihan isu dan sebagainya. tagar yang mereka gunakan : #telorsarinah
oh kalau begitu mereka bukan yang terakhir ! ada lagi..
karena ada masyarakat pro-teror.
ah..
mereka bahagia dengan kejadian yang memakan korban jiwa tersebut. sangat bahagia.
kok bisa ya ?
menyedihkan melihatnya, but.. God mboten sare, right ?
Buat yang baru
karena yang lama telah bercampur banyak kepentingan kaum tertentu, maka diputuskan untuk membangun belog yang baru.
agak rindu tulis menulis sesuatu sebelum kantuk benar-benar menimpa.
semoga blog ini dapat memfasilitasi saya pribadi tuk bisa cerita-cerita sesuka hati.
blog ini didisain untuk dibaca pada malam hari. maka mohon wajar jika warnanya temaram. bukannya mau sok-sok emo gitu kek jaman friendster yang akunnya bisa dipasang lagu hits masa itu.
tapi agar mata nyaman ketika membuka laman-laman blog ini (apa malah rusak)
pokoknya begitu.
salam hangat
agak rindu tulis menulis sesuatu sebelum kantuk benar-benar menimpa.
semoga blog ini dapat memfasilitasi saya pribadi tuk bisa cerita-cerita sesuka hati.
blog ini didisain untuk dibaca pada malam hari. maka mohon wajar jika warnanya temaram. bukannya mau sok-sok emo gitu kek jaman friendster yang akunnya bisa dipasang lagu hits masa itu.
tapi agar mata nyaman ketika membuka laman-laman blog ini (apa malah rusak)
pokoknya begitu.
salam hangat
Subscribe to:
Comments (Atom)