di atas tempat tidur selepas proses singkat tuk GRAND konser Paduan Suara Mahasiswa UGM yang termahsyur. Ikut membantu bersama Hanip seminggu ini membuat kerusuhan secara lahir dan bathin demi mencapai GRAND walau apa daya seminggu itu waktu yang tak cukup tuk membangun GRAND itu.
Sebal rasanya karena PSM UGM cukup apik secara produksi swara tetapi tidak didukung dengan hal teknis yang mumpuni sehingga bergantung pada orang lain yang hanya dipanggil ketika SEKETIKA akan konser.
Dalam hati tetap ada rasa bahagia karena bisa bantu-bantu konser yang uapik-banget ini, namun dalam lubuknya yang terdalam tetap sedih karena kok ya di umur Paduan Suara yang cukup tua ini masih bingung caranya bikin konser, toh setiap tahun kan ada kewajiban bikin.
***
Mungkin konser ini yang terakhir jika ada tawaran dari PSM mengenai konser GRAND ini. Tak rela aku membiarkan mereka tak belajar lebih jauh tentang dunia mereka sendiri.
No comments:
Post a Comment