Monday, October 3, 2016

Keinginan

nulis tentang PON kemaren cukup membara sehangat bara angkringan di depan Parsley yang akhirnya memberikan cerita lain tentang parkiran di jalan Kaliurang.
Kira-kira dua bulan terakhir, bangunan yang dulunya Toko Maju yang termashyur sedang dirombak dan dibangun sebuah dari-kelihatannya-sih-coffeeshop yang membuat banyak orang di dalamnya.

prediksi bapak-bakul angkringan mungkin sang-coffeeshop akan padu dengan yang punya toko kacamata di sebelahnya mengenai aturan parkiran. Konon doi emang sensitip masalah beginian (dan pernah tubir sekali).

Sambil mendengarkan gosip-gosip harian di angkringan disambi menatap mobil bejejer antara Gang Pamungkas hingga Indomaret sambil nebak-nebak pelanggan toko yang manakah mobil-mobil ini.
Karena toko didepannya udah tutup semua.

Kemudian cerita terus mengalir dari mulut-bapak-bakul-angkringan

"urusan karo wong luksuri ki angel"

yang kemudian menjawab penghuni-penghuni mobil yang menutupi tempat usaha orang lain. Hal kampungan ( ya maap-maap sih, tapi emang gitu) yang kerap dilakukan oleh pembawa mobil.

"nek ra iso parkir ya ojo gowo mobil"
cetus salah satu panelis pemerhati parkiran Karangwuni.

Dengan daerah yang cukup maju pertumbuhan penduduk migrannya, Jalan Kaliurang kisaran MM hingga Kentungan menjadi tempat favorit mendirikan usaha. Setelah di awal tahun dua ribu belasan berdiri Hoka-Hoka Bento, kemudian Parsley memperbesar kapasitas dan konsep tempat jualan rotinya hingga muncul Cafe Wifi Luxury dan akhirnya ada Tempo Gelato, yang diklaim sebagai makanan pokok para sista.

Dari tempat-tempat bisnis di atas hanya sedikit yang peduli dengan parkir dan cara parkir. Kurang bertanggung jawab sebagai pengusaha dan yang dirugikan tempat usaha lain yang halaman depannya atau tempat parkirnya dipakai sehingga pelanggan aslinya tidak bisa berparkir.

Tetapi yang lebih dirugikan sebenarnya adalah pengguna jalan baik yang bermotor atau jalan kaki.
Kendaraan bermotor sering mengalami macet karena kejadian putar balik atau pengendara lemot yang-padahal-udah-dikasih-jalan-tapi-tetep-ora-maju sehingga terjadi kemacetan yang menyebalkan dan menambah dosa-dosa masyarakat Sleman

yang ter-rugikan paling-paling adalah pejalan kaki. Karena harus berbagi dengan badan-badan kendaraan yang melintang. Sulit jalan-jalan sama istri atau teman dorong kereta bayi di sore hari di Jalan Kaliurang. Karena.. ya ga ada jalannya.

Kasian orang Buta yang tinggal di daerah situ, taruhannya nyawa.
Atau emang orang Cacat  dan Manula ga boleh tinggal di Karangwuni ?

tega emang.
eh tapi kalo parkir boleh deng.
Kursi rodanya atau kereta bayinya yang di parkir.
asal bayar duarebu.

No comments:

Post a Comment