Cerita mas Rio yang mau ikut serta dalam F1. Menurut saya pribadi ceritanya sangat heroik, dan menggugah. Meski belum diketahui kebenarannya, namun sangat menggerakan.
Pemerintah, dalam hal ini bapak menteri dan bapak presiden menjadi sorotan sehingga silau, dan tidak tertarik untuk membahasnya dengan seksama.
Negara tidak punya uang. Saya kira ini semua orang tahu. Oh kurang lengkap.
Negara tidak punya uang untuk hal-hal seperti ini. Ikut ini ikut itu.
Itu saya alami dari tingkat SMA hingga Kuliah. Keduanya adalah milik pemerintah.
dan mereka tidak pernah memiliki uang tuk hal remeh temeh seperti eskul dan peralatannya.
F1 adalah olahraga yang paling mahal. Butuh trilyunan.
Banyak anggota F1 sendiri mundur dari olahraga ini karena tidak memiliki biaya untuk balap-balap berisik ini.
Satu yang dapat dilakukan oleh manajemen mas Rio adalah, menjual peluang ini kepada pihak swasta. Jangan pernah berharap pemerintah ingin membiayai hal yang buang-buang uang ini. Ketidakmampuan mas Rio kali ini adalah kesalahan manajemen. Ketika memang mas Rio itu hebat pasti banyak perusahaan yang mau rela membiayai. Yakinlah, kehebatan tidak akan mengkhianati. Hal ini bisa dilihat dari atlet-atlet lainnya yang sudah mengecap juara dunia maupun medali olimpiade. Untuk peluang-peluang kecil maka pihak swasta akan ragu mengeluarkan uangnya di kala krisis ini. Maka untuk solusinya butuh presentasi yang ciamik dari tim manajemen mas Rio sendiri yang meyakinkan rangorang kaya di luar sana untuk meberikan pundi-pundi dollarnya untuk mas Rio yang jago ini.
Jika besok Pak Jokowi memutuskan untuk enggan membiayai mas Rio, pastinya akan datang serangan demi serangan dari berbagai pihak yang mengecam pak presiden yang tidak mendukung atlet nasional.
satu sisi, ketika misalnya uang satu triliyun keluar dari APBN untuk mas Rio balapan, maka takkan henti serangan yang meluncur. Kan muncul infografis mengenai uang tersebut yang dapat dijadikan rumah sakit, sekolah, bahan pangan, dan seterusnya.
serba salah.
seperti yang sudah khotib katakan di atas. Mas Rio butuh tim marketing yang kuat untuk dapat menjual kemampuan yang dimiliki mas Rio agar perusahaan tersebut ingin membiayai balapan mas Rio. Tim media partner pun harus siaga, untuk menyebarkan ke-rio-an yang sedang hangat-hangat nya agar publisitas dari sponsor tetap terjaga. Hal terakhir...
kalau mau balapan, balapan aja mas. Jangan main sinetron ya.
No comments:
Post a Comment