Saturday, November 26, 2016

Baru Saja Tiba

di atas tempat tidur selepas proses singkat tuk GRAND konser Paduan Suara Mahasiswa UGM yang termahsyur. Ikut membantu bersama Hanip seminggu ini membuat kerusuhan secara lahir dan bathin demi mencapai GRAND walau apa daya seminggu itu waktu yang tak cukup tuk membangun GRAND itu.

Sebal rasanya karena PSM UGM cukup apik secara produksi swara tetapi tidak didukung dengan hal teknis yang mumpuni sehingga bergantung pada orang lain yang hanya dipanggil ketika SEKETIKA akan konser.

Dalam hati tetap ada rasa bahagia karena bisa bantu-bantu konser yang uapik-banget ini, namun dalam lubuknya yang terdalam tetap sedih karena kok ya di umur Paduan Suara yang cukup tua ini masih bingung caranya bikin konser, toh setiap tahun kan ada kewajiban bikin.

***

Mungkin konser ini yang terakhir jika ada tawaran dari PSM mengenai konser GRAND ini. Tak rela aku membiarkan mereka tak belajar lebih jauh tentang dunia mereka sendiri.

Friday, November 11, 2016

Budi

berpulang dini hari tadi. Orang yang selalu ada di samping saya ketika SMA, karena kita sama-sama Tenor di Paduan Suara. Tenor waktu itu sangat langka (saya aja sebenernya ga jelas suaranya) sehingga sempat hanya ada sepasang Tenor, saya dan Budi di beberapa lomba, salah satunya lomba paduan suara D'Best.

Talitha teman baik saya menyampaikan berita duka itu beberapa jam sebelum saya terbangun. Berita yang mengagetkan mengingat Budi masih muda dan harus meninggalkan kita semua.

Kenangan dengan Budi sejujurnya hanya sebatas lomba demi lomba Paduan Suara. Kenangan terbanyak dimiliki oleh Talitha yang sangat dekat dengan Budi. Kedekatannya muncul karena seringnya interaksi mereka di tim paduan suara. Budi yang sempat tidak memiliki ponsel, sempat harus ke Warnet setiap hari untuk berkomunikasi dengan Talitha (waktu itu warnetnya lagi promo, 1 jam seribu rupiah !). Cerita yang unik bagi hubungan mereka.

Talitha pun kerap menggambar (karena doi jago gambarnya, dulu sering saya utangin buat gambar sepatu buat kado, heuheuheu) Budi di kertas-kertas, mungkin sebagai ekspresi sayangnya kepada Budi ketika itu.

Waktu berjalan, Talitha harus kuliah di ITB dan 2 tahun kemudian Budi masuk komunikasi UI. Ada masa-masa Talitha jatuh hati kepada yang lain dan (tidak kaget sih) berakhir kepada Budi kembali. dari beberapa tahun bersama saya tidak banyak tahu kabar hubungan mereka hingga terakhir yang saya tahu Talitha dan Budi sempat pergi ke kondangan bersama.

Dini hari tadi, Budi pergi. Saya yang sempat berjuang bersama Budi saat SMA tentunya memiliki potongan memori yang terus ada di dalam kepala dan hati saya. Semoga Tuhan menerimanya dan Surga terbuka pintunya karena di sana sedang butuh Tenor yang tangguh (meski rada fals, hehe).

Kuat dan sehat selalu Talitha, Viva Grazia Vocalista,