Monday, March 28, 2016

25

umur saya tahun ini.
time flies katanya
time flies and go forward tepatnya.
enta bahasa inggerisnya benar atau ngaco.
Toefl saya belom sentuh limaratus. syarat LPDP untuk kampus luar negeri itu 550.
Toefl like terakhir saya itu 463 saja. dan ini belum ada persiapan lagi untuk naikin Toefl.

kesempatan ke korea selatan tahun ini tertutup sudah. memang harus dipersiapkan sangat matang untuk garap semuanya. dari isi form hingga surat rekomendasi. tapi untuk memenuhi itu semua harus tunggu sampai tahun depan.

sebetulnya ada pilihan untuk : meninggalkan-semua-keinginan-keluar-negeri-mencari-elmu-dan-rejeki. yaitu dengan : ke-jakarta-kerja-di-sebuah-agensi-atau-brand-tinggal-dirumah

namun satu tahun ini kucoba untuk bisa bertahan di Jogja, walau masih bergantung orang tua dan pekerjaan kecil-kecilan yang baru saja saya dapat. Semoga bisa jadi pijakan dan alasan ulur waktu untuk tetap liburan di jogja untuk mempersiapkan kuliah lagi di jurusan impian.

masih banyak PR namun sayangnya. terutama yang sudah diulang-ulang di atas.
bahasa inggris yang belum aktif.
tahun ini semoga bisa dikejar skor gopekgoh nya.

Friday, March 18, 2016

Kini

saya punya KTP Jogja... yang mana ga seharusnya saya punya. Namun karena angan-angan membela daerah dengan olahraga mengharuskan saya mencabut KTP dari daerah asal. Sebenarnya ada keinginan tuk mutasi kembali.. tetapi effotnya terlalu tinggi.. habiskan banyak uang dan waktu.

minggu kemarin hari yang haru penuh bahagia. karena UGM berhasil menjuarai kejuaraan yang mereka garap sendiri. kemenangannya cukup dramatis dan cukup indah untuk dikenang. Dari semua atlet yang bermain untuk UGM tidak ada satupun orang Jogja.. atau minimal punya KTP Jogja sebagai administrasi.

maka dari itu hampir semua atlet pelatda softball Jogja menjadi warga Jogja dengan pindah KTP. Isu ini sebenarnya sempat saya tulis di blog sebelumnya, yang sarat emosi. Mungkin post ini akan lebih logis dengan sedikit tekanan emosi~
mungkin~

Proses pindah KTP itu cukup sulit.. dan sulit. tetap tak dinyana ada beberapa orang yang memutasi KTP mereka untuk membela bukan-daerah-mereka.. termasuk saya sendiri setelah-merepotkan-ibu-saya-dan-ayah-saya-harus-menghadapi-birokrasi. ada beberapa warga luar pulau Jawa yang menyatakan keberatan untuk pindah KTP.. dan tentunya saya mewajari hal tersebut. pertama, lokasi mereka jauh. kedua, proses pindah itu berat, tentu pula ketika proses mutasi kembali ke daerah asal. hal-hal tersebut pada akhirnya menggantung.. apakah mereka bisa berangkat atau tidak.. atau ingin membuat KTP buatan., dan usaha lainnya yang tidak solutif.

hari demi hari berlatih dan bulan september tiba. tepat sepuluh hari sebelum keberangkatan kami ke Jakarta. tim dibubarkan. damn.

mereka bisa melakukan ini jauh sebelum september. tapi mereka menunggu saat yang tidak tepat untuk dapat berangkat. dengan alasan, BANYAK PEMAIN DENGAN ADMINISTRASI YANG TIDAK LENGKAP.

Pra-PON itu empat tahun sekali. dan.... BANYAK PEMAIN DENGAN ADMINISTRASI TIDAK LENGKAP. fooler than a stone. at least stone do nothing so it has no fault to do.


.. tim dibubarkan di suatu minggu setelah game pagi.
tanpa meninggalkan bekas. tanpa penghargaan. tanpa apapun.
kostum Jogja yang kami impikan pun tidak pernah tercetak dan paling tidak ada hal "positif" yang kami raih setelah hampir 7 bulan berlatih.

time is priceless. kata Visa. and i admit it.
andai saja mereka menentukan itu satu bulan sebelumnya...

-  saya bisa lulus lebih cepat
-  saya bisa ikut kompetisi iklan di korea selatan
-  saya bisa mengikuti kegiatan lain yang mana saya hilangkan karena harus "latihan-pelatda-my-ass"

yes, getting emotional now.

semua telah terjadi. dan yakinlah... yakinlah....
akan terjadi lagi. why ?
karena hal ini pernah terjadi 5 tahun lalu.
tim putri junior Jogja batal berangkat ke Kejurnas.
SATU HARI SEBELUM KEBERANGKATAN

and it will keep going, keep going, keep going...
no matter how good you athlete.. this kind of sport never become berkah for Jogja. choose other province to fight with.

***

banyak pengalaman pahit selama 25 tahun hidup di Bumi. namun enam tahun terakhir saya hidup dan bernafas di Jogja dan hal ini adalah yang terpahit.

Memang kalo berangkat yakin akan menang ? no.
and that is not the point. you can read it again from top if you have this mind in your head.

sebagai manusia saya harus memaafkan.. karena Tuhan saja memaafkan makhluknya.

tapi saya tidak akan pernah lupa.

***

this thing made my desire getting stronger to take master this year.
because i hope there will be the others me in Indonesia after i get this-master-thing.

amen.

Wednesday, March 2, 2016

Wara

merupakan salah satu tempat cetak, menggandakan, dan mengetik dokumen. Malam ini saya cukup heboh membongkar tas dan lemari, karena ternyata transkrip saya sirna dari tas bawaan. Sepertinya kegiatan saya tadi siang di Wara menyebabkan sang transkrip masih betah di sana.

Wara adalah tempat yang baik untuk perihal mendokumen, entah mengapa saya selalu melupakan hal-hal penting jika bertandang kesana. selalu. Dan kini transkrip saya yang cukup penting sepertinya tergeletak di sana dari siang tadi. semoga mereka masih menyimpannya.

mari bobo besok sibuk ceritanya.