Sunday, January 31, 2016

Derby

kali ini mengecewakan, karena Milan menang mudah tiga gol tanpa balas. Kecewa namun entah mengapa ringan saja rasanya. Bagi milanisti pastinya sebuah mood booster untuk seminggu kedepan. Hari ini pergi ke kampus, sekolah, kantor atau ke burjo menggunakan jersey atau jaket berlogo AC Milan. Membahas kemenangan ini tanpa henti... hal yang sama jika Inter tadi menang.

Februari sudah menyingsing dan sepatu ukuran 45 masih sulit ditemukan di Jogja. Oh, lengkapnya sepatu ukuran 45 dengan harga kisaran tiga ratus lima puluh ribu rupiah. Ukuran besar biasanya hanya tersedia di sepatu yang harganya jutaan. Kempis dompet abang.

Bulan ini memang akan direncanakan pengadaan alat berupa sepatu, kaos kaki serta celana pendek untuk memulai latihan kembali demi kesehatan jasmani dan rohani. Semoga rejeki datang silih berganti tuk memenuhi itu semua. tentunya jangan lupa berzakat.

Berzakat selain menyumbang ke amil zakat dapat pula dilakukan sambil mengisi perut. Harga burjo dan angkringan memang tidak semurah dahulu. Kini mahalnya bisa serupa harga nasi padang. Dibenci namun tetap dicinta. Tidak ada pilihan lain. Selain untuk mengisi energi untuk beraktivitas, makan di rumah makan usaha menengah juga bagian dari bersedekah. Dengan rupiah yang kita berikan sebagai alat tukar, abang, eneng, bapak, ibu, aa dan teteh penjual dapat menghidupi keluarga mereka, bayar listrik, sekolah anak hingga liburan ke gembira loka. Mulia bukan. Maka jika sempat mari makan di tempat-tempat tersebut, agar ekonomi kita tetap kuat di MEA ini.

Sunday, January 24, 2016

Sulit

Tidur.
seminggu terakhir dikarenakan tidak adanya keteraturan dalam istirahat kemudian hal tersebut berlanjut hingga minggu berikutnya.

Gejala ini dapat saya manfaatkan sebagai ajang nonton video di facebook dan bermain game.

ada keresahan yang amat tinggi sebenarnya, karena rejeki jika tidak dijempu di pagi hari, maka akan habis dipatok orang lain. Karena tidur yang selalu terlambat ini entah berapa milyar yang sudah diambil orang.

angka 9 lebih sering ditemui di pagi hari ketimbang angka 7 atau bahkan 8.
semoga bisa kembali seperti semua nafsu tidur ini.


Ketiduran

Beberapa hari terakhir sulit untuk mengisi blog ini karena tidur terlebih dahulu datang dari yang diharapkan.

Ada banyak peristiwa yang terjadi minggu ini, Konser Stars and Rabbit, datangnya Barasuara ke Jogja dan bubarnya salah satu band asal Jogja, TikTok!. Deretan peristiwa ini menjadi topik menarik dari obrolan gosip di cafe hingga grup whatsapp setelah berita Sungai dan Chick and Soup bergabung ke Yellow Management serta berita bom sarinah.

Tulisan ini ditulis dalam bawah pengaruh bubur gudeg ibu kota yang menawan. 6 tahun hidup di Jogja baru hari ini saya mampir kesana. Maka alinea berikutnya mungkin akan cukup absurd namun mendalam.

Media sosial dan media konvensional konon menjadi pengiring opini publik yang paling efektif di muka bumi. Pemerintah di berbagai negara menjadikan dua media ini untuk mempublikasikan berita, melakukan agenda setting dan framing dalam berbagai kasus.

Tanpa dinyana ada satu media yang keefektifitasannya.. eng. maksudnya memiliki tingkat efektivitas yang tinggi, yakni group messenger. Ada BBM, Line, Whatsapp dan Telegram sebagai messenger yang memiliki fitur group. Dalam satu group layaknya satu lingkaran forum ada beberapa orang yang menonjol dan menjadi panutan. Semua hal yang dikemukakan biasanya disetujui yang artinya mampu menggiring opini masyarakat group ke dalam satu suara.

Tetapi tidak semua group dapat diarahkan demikian. Karena group merupakan salah satu bentuk komunitas, maka semua orang di dalamnya pada dasarnya dalam satu posisi yang sama, sehingga penolakan dan penerimaan yang terlihat dengan jelas dalam satu perdebatan yang membuat notifikasi hingga ribuan.

Group dapat memberikan banyak pandangan akan satu hal ( kecuali satu grup hanya berdua saja ) sehingga memaksa pikiran terbuka dan menerima semua hal yang menjadi kemungkinan tertinggi... dan pastinya menambah kecerdasan seperti tujuan kemerdekaan kita dulu..

yah.. intinya saya hanya bersyukur masuk ke dalam group-group waras di dalam ponsel saya.

Monday, January 18, 2016

Selasa Pagi

Semalaman tidak tidur memikirkan kancah musik Indonesia yang dinamis (pret). Dari ukuran panggung, jenis instrumen hingga gosip antar manusianya. Terlalu menarik karena gosip itu memang asik. Post ini ditulis diiringi Monita yang ber-singing nanananana ~ . Ya, Monita akhirnya rilis albem fisik setelah versi digitalnya dapat dinikmati di itunes dan spotify.. dan youtube :p
Maafkeun tapi memang ada yang unggah dan kami menikmati. Kalau ada rejeki saya beli fisiknya janjik.

Sudah lama tidak tidur karena obrol kesana-kesini. Uniknya kali ini hanya ngobrol tentang musik, biasanya bahan obrolan dimulai dari isu masyarakat yang berkembang,cerita horror, politik, konspirasi dan berakhir di ranah keTuhanan yang memang paling seksi.

Tuk setelah ini hanya berharap kesehatan yang menyelimuti kami-kami pegadang yang rela menjaga nafsu tidur untuk meluaskan lebar otak.

Friday, January 15, 2016

Jakarta kemarin

Ramai dibicarakan, karena ada kejadian teror di Sarinah yang menyebabkan korban jiwa. Layaknya pertandingan sepakbola yang tidak disiarkan di TV lokal, beberapa orang (khususnya luar Jakarta) menyaksikan "livescore"-nya via Twitter.

Kejadian yang memakan korban jiwa ini membagi masyarakat twitter menjadi beberapa bagian. 

Masyarakat berita yang mana terus meretweet berita tentang teroris baik hoax maupun tidak. Kemudian masyarakat hashtag yang hadir dengan tagar #prayforjakarta #kamitidaktakut hingga #kaminaksir.

Ada pula masyarakat uniform-fetish yang mana mengomentari mas-mas polisi gagah yang beraksi mengejar pelaku teror. Satu yang cukup unik dan supportif ialah masyarakat militer yang sibuk menilik jenis senjata dan bom yang digunakan oleh pelaku serta polisi.

 terakhir ialah..

ah entah mereka bagian masyarakat yang mana. Mereka memanfaatkan kejadian tersebut untuk melawan pemerintah dengan dalih konspirasi, pengalihan isu dan sebagainya. tagar yang mereka gunakan : #telorsarinah 

oh kalau begitu mereka bukan yang terakhir ! ada lagi..

karena ada masyarakat pro-teror.
ah..
mereka bahagia dengan kejadian yang memakan korban jiwa tersebut. sangat bahagia.
kok bisa ya ?

menyedihkan melihatnya, but.. God mboten sare, right ?

Buat yang baru

karena yang lama telah bercampur banyak kepentingan kaum tertentu, maka diputuskan untuk membangun belog yang baru.

agak rindu tulis menulis sesuatu sebelum kantuk benar-benar menimpa.
semoga blog ini dapat memfasilitasi saya pribadi tuk bisa cerita-cerita sesuka hati.

blog ini didisain untuk dibaca pada malam hari. maka mohon wajar jika warnanya temaram. bukannya mau sok-sok emo gitu kek jaman friendster yang akunnya bisa dipasang lagu hits masa itu.

tapi agar mata nyaman ketika membuka laman-laman blog ini (apa malah rusak)
pokoknya begitu.

salam hangat